SIKAP

Setiap orang itu berbeda, tidak ada yang bisa menyamakan sifat dan karakter seseorang, walau kembar sekalipun. Dari paras wajah sama, tapi dari segi sifat dan sikap sangat berbeda.

Sikap adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa. Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu.

Sikap terbentuk dari adanya adanya interaksi sosial yang   dialami oleh individu. Sikap menentukan tabiat tingkah laku dalam hubungannya dengan  perangsang yang datang, orang atau kejadian. Dapat dikatakan bahwa sikap adalah faktor internal dalam diri seseorang, tetapi tidak semua faktor internal itu sikap.

Sikap mempunyai tiga komponen utama: kesadaran, perasaan, dan perilaku.

Keyakinan bahwa “Diskriminasi itu salah” merupakan sebuah pernyataan evaluatif. Opini semacam ini adalah komponen kognitif dari sikap yang menentukan tingkatan untuk bagian yang lebih penting dari sebuah sikap -komponen afektifnya. Perasaan adalah segmen emosional atau perasaan dari sebuah sikap dan tercermin dalam pernyataan seperti “Saya tidak menyukai John karena ia mendiskriminasi orang-orang minoritas.”Akhirnya, perasaan bisa menimbulkan hasil akhir dari perilaku. Komponen perilaku dari sebuah sikap merujuk pada suatu maksud untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.

Ciri-ciri sikap adalah sebagai berikut:

  • Sikap dapat dipelajari (Learnability)
  • Memiliki kestabilan (Stability)
  • Personal sociental significance
  • Berisi kognisi dan affeksi
  • Approach ñ avoldance directionality

Sarlito Wirawan memberikan ciri-ciri sikap sebagai berikut:

  1. Dalam  sikap  selalu  terdapat  hubungan  subjek-objek,  tidak  ada  sikap  tanpa objek. Objek  dapat  berupa  benda,  orang,  kelompok  orang,  nilai-nilai  sosial, pandangan hidup, hukum, lembaga masyarakat dan sebagainya.
  2. Sikap  tidak  dibawa  sejak  lahir  melainkan  dipelajari  dan  dibentuk  dari pengalaman.
  3. Karena sikap dapat dipelajari, maka sikap dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan  lingkungan  di  sekitar  individu  yang  bersangkutan  pada  saat  yang berbeda-beda.
  4. Dalam sikap tersangkut juga faktor motivasi dan perasaan
  5. Sikap tidak menghilang walaupun kebutuhan sudah terpenuhi
  6. Sikap  tidak  hanya  satu  macam  saja,  melainkan  bermacam-macam  sesuai dengan  banyaknya  objek  yang  dapat  menjadi  perhatian  orang  yang bersangkutan.

 

Kategori:Sosiologi SMAx
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: